Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2019

Presiden, Lelucon Angka

Gambar
Presiden Jika alam pikiran kita menerawangi kata Presiden maka yang terbersit dalam ingatan atau memori kita adalah orang tersukses di Republik ini. Sukses bukan dalam arti berduit ataupun memiliki banyak permaisuri, melainkan sukses dalam hal kedudukannya sebagai orang nomor satu di Republik ini. Nomor satu dalam hal tahta, bukan nomor satu dalam hal kemapanan pengetahuan atau nomor satu dalam hal kedalaman pikiran maupun nomor satu dalam hal kemampuan untuk mencerdaskan anak bangsa. Memang, untuk menjadi nomor satu tidak harus kita turut merasakan seperti apa nomor dua, tiga, empat dan seterusnya. Jika tujuan kita adalah nomor satu maka tidak harus kita melewati nomor dua. Karena nomor dua tidak akan kita capai tanpa ada nomor satu. Apabila orang nomor satu di Republik ini adalah Presiden, maka orang nomor dua adalah wakil Presiden. Nomor tiga Ketua MPR, dan seterusnya. Artinya bahwa untuk menjadi Presiden seseorang tidak harus belajar menjadi wakil, Ketua MPR dan lain sebagainy...

Tuhan, Tidak Perlu dibela

Gambar
Dalam suasana hingar bingar diatas pentas sosial politik nasional mutakhir, berkembang anekdot kecil serta hipotesis sederhana di kalangan masyarakat bawah tentang revisi terhadap tiga misteri hidup yang hanya diketahui oleh tuhan. Yaitu Kelahiran, Jodoh dan Kematian. Atas dasar itu ada segelintir anak manusia yang nampaknya tak karuan menghakimi tuhan dengan sejuta dogmanya. Dengan perjalanan jauh, banyak anak negeri yang hijrah dari rahimnya untuk melangkah ke negeri seberang nun jauh disana. Ia memutuskan untuk berstudi diluar daerah asalnya karena ingin membersihkan diri dari serangan kebodohan. Alibi keterbatasan kemajuan dan tidak meratanya kualitas pendidikan antara daerahnya dan daerah seberang sehingga ia menyeberang jauh demi untuk mencuci isi kepalanya dengan beragam unsur retoris maupun empiris. Keberangan biasanya terjadi saat ia merenungi soal kelahiran, jodoh dan kematian. Mungkin karena sebab kemapanan pengetahuannya atau mungkin sebab akalnya terlalu vulgar dan se...